Jaringan waralaba RE/MAX merupakan sistem real estat global yang beroperasi di 62 negara dengan lebih dari 5.800 kantor yang dimiliki secara independen dan 114.000 anggota staf penjualan yang memimpin industri tersebut dalam menyediakan layanan real estat untuk tempat tinggal, komersial, arahan, relokasi, dan manajemen aset.
Didirikan pada tahun 1973, RE/MAX menyediakan lingkungan kewirausahaan yang menarik bagi agen terbaik dengan menyediakan kompensasi maksimum, layanan dukungan lanjutan, dan kebebasan yang diinginkan oleh agen untuk berhasil. Sejak saat itu, perusahaan terus menyediakan layanan inovatif untuk membantu anggotanya, mencakup pemindahan dan pengelolaan aset, investasi komersial, jaringan rujukan internasional, kursus pelatihan lanjut, alat teknologi canggih, situs web Internet dan ekstranet, serta kampanye iklan televisi nasional.
RE/MAX merupakan jaringan real estat pertama – dan tetap satu-satunya – yang mengembangkan dan mempertahankan jaringan TV satelit khusus bagi profesional real estat serta tersedia untuk dilihat di semua kantor perusahaan dan rumah setiap agen. Karena inovasi dan dedikasi yang berkelanjutan untuk mendukung afiliasinya, RE/MAX telah berkembang setiap bulan selama lebih dari 32 tahun.
Pasar real estat semakin beralih ke daring. Penelitian pada tahun 2004 yang dilakukan oleh National Association of Realtors menunjukkan bahwa 74% pelanggan memulai proses pembelian rumah secara daring, dan 75% mengharapkan agen mereka memahami internet. Bahkan, menurut analisis industri Borrell Associates, kegiatan daring kini mengisi lebih dari sepertiga waktu media semua konsumen sehingga mempersulit pengiklan untuk menjangkau konsumen hanya melalui media biasa seperti televisi dan media cetak.
Sebagai hasil dari peralihan daring ini, RE/MAX mengumumkan strategi internet baru pada bulan Agustus 2005. Fokus strategi baru ini adalah kemampuan konsumen untuk menampilkan semua daftar properti di www.remax.com, meskipun tidak termasuk dalam daftar RE/ MAX. Kemampuan baru ini bertujuan agar agen RE/MAX memiliki kontol lebih besar terhadap daftar dan pembuatan kontak. Sebagai bagian dari strategi daring, RE/MAX beralih ke Google Analytics agar dapat membantu mengumpulkan data untuk analisis daring.
“Sasarannya adalah membantu orang untuk mendapatkan rumah dan memilih agen,” kata Kristi Graning, Wakil Senior Direktur Utama TI dan e-Business. “Sebelumnya, fokus utama kami adalah jumlah pengunjung yang datang ke situs. Namun, kini konsumen mulai daring dengan sangat cepat, sehingga kami ingin mengetahui lebih banyak tentang aktivitas mereka untuk melayani dengan lebih baik. Misalnya: Mengapa orang datang ke situs kami? Dari manakah mereka berasal? Apakah yang mereka lakukan setelah berada di situs?”
Informasi yang disediakan oleh Google Analytics tentang aktivitas konsumen daring tidak hanya memastikan banyak program daring RE/MAX; namun juga mengarahkan banyak peluang baru. Sebelum menggunakan Google Analytics, perusahaan tersebut terutama mengandalkan grup fokus untuk menilai aktivitas dan minat konsumen. Namun, grup fokus menghabiskan waktu dan terbatas dalam cakupan dan kawasan. Cara tersebut juga kurang memberikan data yang nyata.
"Dengan Google Analytics, kami akan memperoleh analisis yang lebih tepat daripada sekadar bukti yang tidak akurat. Google Analytics juga menawarkan sudut pandang internasional," ujar Constance Slippy, Manajer Senior Layanan Web. "Kini kami dapat lebih memahami alasan yang menyebabkan pengunjung datang ke situs kami, menyokong perubahan situs dengan data nyata, dan membuat perubahan yang membantu konsumen."
Situs RE/MAX mendapat lebih dari 2 juta kunjungan dalam sebulan. Dengan Google Analytics, Kristi Graning dan timnya dapat melihat bahwa lebih dari 90% pengunjung yang datang dari mesin telusur menggunakan istilah penelusuran yang menyertakan “remax” dalam kuerinya, dan sekitar 70% pengunjung tersebut kemudian menelusuri properti di situs.
"Kami mengetahui bahwa kampanye pemasaran dan pencitraan merek di TV berhasil, karena orang sangat mengenal nama kami, namun kami harus melihat upaya pemasaran lainnya yang mungkin terlewat yang dapat membantu mendorong lebih banyak lagi lalu lintas berpotensi," ujar Graning. "Satu contoh nyata adalah kemampuan kami memperluas kata kunci yang kami gunakan untuk membantu penelusur menemukan dan berinteraksi dengan remax.com."
Google Analytics juga membantu memastikan pentingnya memindahkan kemampuan penelusuran properti secara langsung ke laman muka. Sebelumnya, RE/MAX mengalihkan calon pelanggan ke situs lain. Sebagai bagian dari prakarsa Internet baru, perusahaan akan mempertahankan kemampuan penelusuran properti sendiri dan melacak prospek ini ke agen.
"Salah satu potensi terbesar yang kami lihat di Google Analytics adalah kemampuannya mengukur keberhasilan mengarahkan prospek ke agen kami, dan peluang mengurangi biaya tambahan yang selama ini dibayar agen untuk mendapatkan prospek," menurut Jeanna Bash, Analisis Web RE/MAX. "Sebelumnya, kami tidak pernah dapat melacak prospek yang disampaikan ke agen dari remax.com, karena kami meneruskan penelusuran ini kepada Realtor.com. Kini, dengan membolehkan konsumen menelusuri semua cantuman, kami mampu menangkap prospek, meneruskannya langsung kepada agen kami, dan melacak serta mengukur rasio konversi prospek ke penjualan. Hal ini akan membantu meningkatkan nilai untuk agen dan konsumen".
Selain membantu arah dan strategi internet yang baru, Google Analytics juga akan membantu penyempurnaan kecil dan berkelanjutan dalam desain dan fungsi situs. Misalnya, situs RE/MAX menyediakan tautan ke mitra yang memberikan layanan pelengkap - misalnya, hipotek dan pemindahan - sekaligus bagian informasi yang menyediakan tips dan saran. Dengan menguji perubahan keterangan konten dan penempatan tautan, tim web dapat menguji dan melacak penyempurnaan klik per tayang dan arahan.
Google Analytics juga akan menyediakan panduan teknologi yang sesuai untuk situs. Pelacakan jenis teknologi yang digunakan pengunjung – seperti platform komputer dan kecepatan sambungan internet – akan memandu RE/MAX saat menambahkan fungsi baru, misalnya berkas multimedia yang dapat digunakan calon pembeli untuk melihat info properti secara interaktif dari komputer mereka.
Unduh Studi Kasus sebagai PDF